Langsung ke konten utama

Sosok Wanita bermental Baja yang mempunyai prestasi dan bakat masak

Jakarta – Rahayu Arsita Ananda yang biasa di panggil Ayu, wanita kelahiran 98 pernah juara umum membuat kue di Jakarta saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah kejuruan Negeri di Jakarta Selatan. Ayu kini tinggal bersama ayah , om dan kakek nya. Dia hanya wanita satu satu nya di keluarga saat ini. Ibu nya yang menikah lagi saat Ayu masih usia muda, yang hampir membuat putus asa masa depan nya karena tekanan dalam masalah keluarga.
Awal mula ayu mempunyai keluarga yang lengkap ibu, ayah, om ,kakak, tante, kakek, dan nenek. Dengan berjalanan waktu semua yang lengkap di rumah perlahan menghilang. Pertama adalah nenek meninggal saat ayu usia SD , nenek yang sudah tua karena mempunya penyakit. Lalu ibu nya yang selalu berbeda pendapat dengan Aya nya mengakhiri hubungan dan cerai. Dan saat ini lah Ayu merasa kehilangan semua masa depan nya.
Ayu sangat depresi hingga tidak tau kemana lagi jalan hidup nya setelah Ibu nya menikah lagi dan mempunyai anak. Ayu yang sudah di tinggal dan Tante yang menggantikan peran Ibu nya cerai dengan Ayah nya. Tante Ayu yang mencoba untuk selalu hibur dan mengasih sebuah harapan pada ayu agar tidak terlalu strees apa yang di rasa nya. Namu suatu ketika tuhan memanggil Tante nya. Disitulah Ayu merasakan sebuah kehilangan lagi sosok seseorang Ibu.
Kaka nya perlahan meninggalkan keluarga dengan perrgaulan Kaka Ayu lebih memlih tinggal bersama pasangan nya tinggal di sebuah apartemen di Jakarta. Karena alasan tidak utuh nya lagi sebuah keluarga tanpa Ibu , kaka ayu juga merasa yang sama denga Ayu. Dan Om Ayu adalah lulusan D3 di dunia masak, namun nasib tak beruntung Om salah satu pemakai Narkotika, jadi jika melamar kerja tidak bisa karena akan di ketehui lewat tes urin.  Ayu yang kini hanya tinggal bersama Om , Ayah , dan kakek nya di rumah.
Ayu yang berskolah di sekolah mengenah kejuruan Pastiseri membuat kue kue, ayu berusaha belajar dengan tekanan yang sangat berat dalam keluarga. Ayu mulai belajar giat saat buatan kue nya bisa di bilang enak dan hiasanya pun bagus. Pihak sekolah mengirim ayu untuk mengikuti kompetisi Pastiseri Seluruh SMK Jabodetabek.
Saatu ayu sudah siap mengikuti audisi , Ayah nya jatuh sakit jantung dan di rawat. Om nya yang hanya bekerja ojek online, tidak bisa berbuat apa apa. Dan akhirnya Ayu memutuskan untuk tidak mengikuti kompetisi tersebut. Ayu lebih memilih menjaga ayah nya hingga sembuh total. Di rumah sakit Ayu harus bergantian dengan Kaka nya tergadang menggati di jam malam.
Ayu memutuskan untuk kerja Parti Time untuk mencari sebuah rezeki tambahan biaya untuk ayah nya. Lalu ayu masuk lah sebuah perusahaan carls Jr di buaran Jakarta timur. Sehabis pulang sekolah ayu harus bekerja hingga petang lalu pulang kerumah lanjut kerumah sakit untuk mejaga ayah nya. Setiap hari begitu hingga dia sendiri yang banting tulang demi keluarga nya.
Seuatu saat Ayah pulang dari rumah sakit lalu Ayu menceritakan ingin mengikuti kompetiisi pasterseri se SMK Jakarta. Ayah nya yang selalu mensupport Anak Perempuan ini yang bermental baja mendukung ikut kompetisi. Pihak SMK ayu mengirim Ayu dan mewakilkan SMK agar mengkuti kompetisi se Jakarta.
Bertapa terkurasnya tenaga yang digunakan Ayu harus bekerja sekolah demi keluarga nya. Dan mengkutin lomba se Jakarta Ayu meminta izin kepada pihak restoran agar Ayu bisa mengikuti Lomba tersebut.
Setelah 1 minggu ayu mengikuti lomba Ayu menpatkan mendali perak atau juara 2 se Jakarta. Ayah bangga seneng melihat berprestasi dan keluarga dan teman teman di Sekolah nya. Ayu tidak puas ayu butuh sesautu yang lebih bermanfaat dari ini. Ayu mengatakan kepda Ayah nya bahwa Ayu ingin membuat bisnis kue  agar bisa menghasilkan uang. Ayah nya memberi dana secukup nya kepada Ayu

AYu memanfaatkan uang tersebut untuk modal usaha nya, ayu sekarnag merintis kedua bisnis pelahan ia jual ke took kue, dan pedagang, lalu ke skolah hingga online. Ayu perlahan pasti yang mempunyai 3 anak buah sekaligus karena pesanan sangat banyak setiap hari setelah berdagang online.  Ayu yang kini mempunyai pengahsilan cukup bagi keluarga nya dan tidak seperti dahulu, ia bangkit dari keterpurukan di rasakan.

Komentar